Honda Vario Club Bekasi

hvclogo
  1. ROAD CAPTAIN(RC)
    – Adalah Orang yang bertanggung Jawab terhadap kelancaran perjalanaan touring pulang pergi.
    – Memimpin breating dan doa selama kegiatan touring berlangsung.
    – Menentukan tute perjalanan yang akan dilalui berikut rute pulang pergi.
    – Menentukan rest point dan pom bensin.
    – Mengambil keputusan pada saat terjadinya keadaan darurat dengan melakukan koordinasi dengan petugas touring yang lain.
    – Posisi RC bisa merangkap sebagai petugas yang Iain atau hanya sebagai petugas yang lain atau hanya sebagai peserta saja tergantung kebutuhan saat touring berjalan.
  2. SAFETY OFFICER (SO)
    – Bertugas untuk memastikan jalur yang akan di lalui oleh peserta berkendara berkelompok adalah jalur yang aman dan layak untuk dilalui.
    – Selalu bekerja sama dengan VO dalam hal mengatur kecepatan kelornpok dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui.
    – Wajib memahami arah rute perjalanan dan kondisi ruas jalan yang akan dilalui sehingga bias memprediksi kecepatan.
    – Posisi SO berada paling depan dari rombongan dan diperkenankan melepaskan diri jauh kedepan guna mengantisipasi keadaan.
  3. VORIJDER (VO)
    – Tugas utamanya adalah memimpin perjalanan rombongan dengan mengatur ritme kecepatan seluruh peserta selama perjalanan dengan dasar masukan dari SO, SW, dan RC
    – Memberikan tanda-tanda ( Hand & foot signal) guna keselamatan rombongan dan wajib di sampaikan secara berantai oleh seluruh peserta di belakangnya.
    – Berinisiatif dalam mengambil jalan yang aman bagi seluruh peserta berkendara berkelompk dengan berbagai konsekuensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
    – Mengenali rute yang akan di lalui, termasuk memahami tempat-tempat sebagai respoint dan pom bensin terdekat.
  4. SWEEPER (SW)
    – Sweeper terbagi menjadi 2 yaitu sweeper tengah ( Middle Sweeper) dan sweeper belakang (End Sweeper).
    – Tugas utama sweeper adalah memastikan seluruh peserta tetap pada posisinya masing-masing pada saat touring berlangsung.
    – Sesuai dengan jalannya, posisi dari sweeper tengah berada ditengah-tengah rombongan dan di perkenankan untuk maju sampai batas posisi VO untuk berkoordinasi jika ada pesctta yang trouble.
    – Posisi sweeper belakang adalah sebagai penutup rombongan, otomatis posisinya adalah paling belakang.
    – Sweeper bclakang di perkenankan untuk maju sampai batas sweeper tengah untuk berkoordinasi menyampaikan pesan jika ada peserta yang trouble kemudian disampaikan oleh sweeper tengah kepada VO, atau langsung sweeper belakang sendiri yang berkoordinasi dengan VO.
    – Menyampaikan kondisi seluruh peserta berkendara berkelompok kepada VO dalam hal mengaturritme kecepatan peajalanan.
    – Menemani peserta yang mengalami trouble sambil menunggu kedatangan TO atau MO untuk mengatasi masalah yang ada.
    – Mengatur posisi peserta dalam perjalanan guna memberikan jalan bagi kendaraan yang akan mendahului rombongan.
  1. TECHNICAL OFFICER (TO)
    – Mengetahui teknik dasar perbaikan kendaraan guna mengantisipasi adanya trouble dari segi teknis pada kendaraan bermotor peserta touring.
    – Mempersiapkan alat-alat atau tool kit standard yang di butuhkan pada saat trouble.
    – Mempersiapkan sparepart fast moving cadangan guna mengantisipasi adanya kerusakan kendaraan peserta dan mengakibatkan harus di gantinya sparepart tersebut.
    – Berkoordinasi dengan memberimasukan secara teknis kepada seluruh petugas guna mengatur ritme kecepatan rombongan jika ada peserta yang trouble secara teknis memberikan solusi terbaik
    dalam hal menangani troublejika tidak dapat di tangani sendiri maupun seluruh peserta touring dengan merujuk kepada bengkel yang terdekat.
  2. MEDICAL OFFICER (MO)
    – Memahami dasar-dasar pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dalam menangani insiden kecelakaan terhadap peserta berkendara kelompok.
    – Mempersiapkan obat-obatan standard guna mengantisipasi adanya musibah kecelakaan yang terjadi kepada peserta touring.
    – Berinisiatif untuk mengambil tindakan medis lebih lanjut bila terjadi resiko yang cukup fatal sehingga tidak dapat di tanggulangi sendiri dengan merujuk kepada rumah sakit atau klinik terdekat
    – Berkoordinasi dengan seluruh petugas dalam hal kondisi medis peserta touring.

SAFETY RIDING terbagi menjadi 6 yaitu :

  1. Safety First : Surat kelengkapan kendaraan seperti : SIM, STNK, dan pengecekan kendąraan kita.
  2. Safety Gear : yaitu seperti Helm, Jaket, Celana berbahan Levis, dan Sepatu di atas mata kaki.
  3. Safety Swiper : yaitu mengontrol saat membawa rombongan.
  4. Safety Forider (Voorijer) : yaitu Rider Yang di tengah.
  5. Safety Road Captain : yaitu pemimpin rombongan.
  6. Safety Blockade : yaitu memblokade kendaraan lain agar bisa jalan.

Ada beberapa Skala Prioritas Keselamatan Jalan yang diklaim dapat mengurangi
angka kecelakaan yang kian marak terjadi. Berikut beberapa Skala Prioritas
Keselamatan Jalan:

  1. Gunakan alat safety Anda, seperti dan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) jaket, sarung tangan full, celana berbahan levis/tebal, sepatu diatas mata kaki untuk pengendara motor.
  2. Selalu pasang dan gunakan kaca spion dengan lengkap.
  3. Lampu kendaraan tidak ada yang mati, dan selalu berfungsi dengan baik. Untuk motor nyalakan lampu utama siang hari.
  4. Patuhi batas kecepatan (dalam kota 50 km/jam, luar kota 80 km/jam, pemukiman (keramaian) 25km/jam, jalan bebas hambatan 100 km/jam). Kurangi kecepatan pada saat mendekati persimpangan.
  5. Patuhi dan disiplin terhadap ketentuan dan tata cara berlalu lintas saat memasuki jalan utama, mendahului, membelok/memutar arah, penggunaan lampu sinyal (sein).
  6. Patuhi rambu-rambu, marka jalan, dan peraturan lalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *